Kinerja karbu kerap ditulis Em-Plus. Termasuk prinsip dasarnya. Tak
salah, dong! Ypi, kalau salah sudah dipenjara sampeyan. Maksudnya, tak
salah diulas berulang-ulang, hingga membekas di otak bro semua. Sebab,
alat ini karburasi sederhana alias konvensional. Tidak elektrik atau
otomatis menyemprot bensin ke silinder. Tapi memanfaatkan perbedaan
tekanan atmosfer di ruang venturi.
Maksud dibuat venturi, supaya aliran udara fokus dan cepat. Sama dengan air yang mengalir di slang plastik. Bila slang ditekan (dicekik), aliran air bertambah cepat. Makin cepat aliran udara, tekanan di venturi menjadi renadh. Lebih kecil dibanding tekanan alam sekitar. Di pelajaran fisika diterangkan tekanan normal 1 atm (atmosfer). Nah, di venturi lebih rendah dari itu. Maka, mesti bensin di mangkuk karbu posisinya di bawah, bisa terhisap ke venturi lewat main-jet (gbr.1)
![]() |
| Lubang Venturi Mengecil di Tengah |
Silahkan bro buka kembali fisika kelas 2 bab Kontinuitas. Rumusnya:
V1 x A1 = V2 x A2
V1 = Kecepatan udara di moncong karbu (3 meter/detik)
A1 = Luas muka karbu (40 mm) = 1/4 x 3,14 x (40x40) = 1256 mm3
V2 = Kecepatan udara di venturi
A2 = Luas permukaan venturi dianggap bulat = 1/4 x 3,14 x (20x20) = 314 mm3
Maka kecepatan udara di vnturi :
V2 = (v1 x A1)/ A2 = V1 x (A1/A2) = 3 x (1256/314) = 12 meter/detik.
Berarti terbukti, kecepatan aliran udara di venturi tambah besar. mulanya 3 meter/detik menjadi 12 meter/ detik
sumber ; http://anekatipssepedamotor.blogspot.com/2011/11/karburator-seperti-semprotan-obat.html









0 komentar:
Posting Komentar