Total Tayangan Halaman

cara merawat fuel pump yamaha vixion

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 29 November 2013

TRIK PASANG PELAT KOPLING, CEGAH CEPAT AUS



Kampas kopling cepat aus bukan cuma dari kualitas oli atau pemakaian kasar, yang lebih penting saat melakukan posisi pasang pelat terhadap kampas.  Jika terjadi kesalahan biasanya permukaan kampas akan cepat terkikis dan berpengaruh ke tenaga. Hal ini disebabkan bentuk lingkar luar pelat kopling berbeda, hingga beresiko menggerus kampas saat kopling bekerja.



Bisa dilihat lingkar luar yang yang satu sisinya agak bundar, sedang dengan sisi sebelahnya siku juga lebih tajam.  Jika pemasangan pelat ada yang terbalik  atau susunannya sembarang. Bagian yang siku dan tajam dengan mudah memangkas permukaan kampas. Terlebih pada bagian itu berhadapan dan saat kopling pada posisi bebas. Tak ayal pelat berputar di antara kampas kopling pula ikut mengikis.

Supaya gak boros kampas kopling, berikut petunjuk cara pasang kampas dan pelat kopling yang benar. Susunan arah pemasangan pleat, mau arahnya semua ke dalam atau ke luar bisa saja. Yang enggak boleh itu, bagian yang siku dan tajam atau yang bundar tidak boleh saling berhadapan satu sama lain.

Misal urutan pemasangan pertama, kampas dimasukkan ke rumah kopling. Lalau diikuti penataan pelat yang bagian lingkar luarnya siku dan tajam arahnya ke dalam. Silahkan lakukan hal yang sama samapai semua piranti tadi sudah kembali tersusun seperti sedia kala.

RESIKO POTONG DAN AMPELAS RING PISTON AKIBAT KORTER


Terkadang susah mencari ring piston yang pas. Misalnya karena kondisi yang darurat di jumpai ring piston yang lebih besar. Seperti aplikasi piston oversize 50 dan ring piston oversize 100. Dipastikan ring piston tidak bakal bisa masuk kalau di pasangkan ke dalam silinder.
Memotong ring piston
Solusinya banyak yang memangkas atau mengampelas ring piston. Gap atau ujung ring di ampelas supaya bisa masuk ke lubang boring. Hal itu bisa saja dilakukan kalau sifatnya darurat. Misalnya pas balapan dan tidak dijumpai ukuran ring piston yang pas. Tapi kalau dipakai untuk harian lebih baik bersabarlah sedikit, hingga di dapati ring piston sesuai dengan ukuran yang diinginkan.


mengampelas ring piston
Metode pengampelasan tersebut tidak presisi. Ring piston jadi satu kesatuan dengan piston. Ring piston berfungsi memadatkan kompresi . Bentuk ring sudah sesuai dengan standarisasi. Kalau dilakukan pengampelasan atau pemotongan akan mengubah dari bentuk ring itu sendiri. Akibat diampelas pasti setiap milimeter berubah seper sekian mikron. Jadi, bentuk ring sudah berubah seperti waktu di pasang. Begitu juga dengan cara memotong ujung ring. 
Karena bentuknya sudah tidak sesuai dengan setandarnya, akan banyak celah sewaktu dipasangkan ke silinder. Sehingga mengakibatkan terjadinya kebocoran kompresi.
SUMBER : http://anekatipssepedamotor.blogspot.com/2012/01/resiko-potong-dan-ampelas-ring-piston.html

RESIKO POTONG DAN AMPELAS RING PISTON AKIBAT KORTER


Terkadang susah mencari ring piston yang pas. Misalnya karena kondisi yang darurat di jumpai ring piston yang lebih besar. Seperti aplikasi piston oversize 50 dan ring piston oversize 100. Dipastikan ring piston tidak bakal bisa masuk kalau di pasangkan ke dalam silinder.
Memotong ring piston
Solusinya banyak yang memangkas atau mengampelas ring piston. Gap atau ujung ring di ampelas supaya bisa masuk ke lubang boring. Hal itu bisa saja dilakukan kalau sifatnya darurat. Misalnya pas balapan dan tidak dijumpai ukuran ring piston yang pas. Tapi kalau dipakai untuk harian lebih baik bersabarlah sedikit, hingga di dapati ring piston sesuai dengan ukuran yang diinginkan.


mengampelas ring piston
Metode pengampelasan tersebut tidak presisi. Ring piston jadi satu kesatuan dengan piston. Ring piston berfungsi memadatkan kompresi . Bentuk ring sudah sesuai dengan standarisasi. Kalau dilakukan pengampelasan atau pemotongan akan mengubah dari bentuk ring itu sendiri. Akibat diampelas pasti setiap milimeter berubah seper sekian mikron. Jadi, bentuk ring sudah berubah seperti waktu di pasang. Begitu juga dengan cara memotong ujung ring. 
Karena bentuknya sudah tidak sesuai dengan setandarnya, akan banyak celah sewaktu dipasangkan ke silinder. Sehingga mengakibatkan terjadinya kebocoran kompresi.
SUMBER : http://anekatipssepedamotor.blogspot.com/2012/01/resiko-potong-dan-ampelas-ring-piston.html

TIPS KLUP, KOREK HARIAN SUZUKI SATRIA FU-150 KUAT JALAN JAUH


Sejatinya Suzuki Satria F-150 dibekali kapasitas mesin besar. Tapi, sebagian anak klub yang rajin turing ke luar kota merasa akselerasi dan top speed masih bisa ditingkatin. Tanpa bore up atau stroke up. Cukup kohar atau korek harian tapi power naik namun tetap irit bensin.

Seperti yang biasa dilakukan Saifur Rochman. Dia pebengkel di Jl. Raya Pondok Rajeg, Kampung Cipayung RT 05/05 Kelurahan Tengah, Cibinong. Mekanik road race yang jadi rujukan Cibinong Suzuki Satria Club. Berikut ini diantaranya.

Knalpot Dibobok

Bagusnya memang menggunakan knalpot racing. Namun banyak yang ogah karena suaranya berisik. Apalagi dipakai keluar kota dalam jangka waktu yang lama. Banyak yang merasa tidak nyaman.

Opsinya tetap menggunakan knalpot standar. Tapi, dibuat agar tidak mengurangi performanya. “Lebih mantap dibobok. Saluran buang lebih lancar dan tidak terlalu berisik,” jelas Dorman yang asli Purbalingga, Jawa Tengah itu.

Akan lebih sip lagi menggunakan silencer Suzuki Satria F-150 yang masih built up. Yaitu dari Satria F-150 keluaran 2004 sampai 2006. Karena memiliki pelat silincernya yang lebih tipis. “Juga material yang berbeda dibandingkan silencer Satria keluaran baru” jelas Dormen.

Porting Polish

Langkah awal yaitu menerapkan korengan ringan. Bahkan familiar yang sering dilakukan bengkel jalanan. Yaitu dengan menghaluskan alur kulit jeruk di lubang isap dan buang. Jangan, terlalu banyak mengikisnya. Pakai ampelas juga bisa.

Durasi Kem

Supaya power mesin lebih mantap, Dormen sangat teliti dalam mematok buka-tutup klep. Dia ukur meggunakan busur dan dial gauge. Durasi total kem dibikin 240 dan 241 derajat.

Klep isap dibuat membuka 20 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 40 derajat setelah TMB (Titik Mati Bawah). Sedangkan klep buang membuka 41 derajat sebelum TMB dan menutup 20 derajat setelah TMA.

Rasio Kompresi Naik

Banyak yang kurang puas dengan akselerasi standar. Cara paling mudah yaitu dengan menaikkan rasio kompresi. Tidak puasa dengan melepas beberapa lembar paking, malah papas blok. “Yaitu blok silinder bagian atasnya. Sekitar 0,5 mm,” jelas pria berambut cepak itu.

Namun berisiko kalau tidak diimbangi dengan pemakaian bensin oktan tinggi. Misalnya di daerah yang jarang dijumpai Pertamax atau Pertamax Plus, berakibat bahaya.

Misalnya di Pantura dengan trek panjang. Diisi bensin Premium trus gas dipanteng terus. Mesin berkitir tinggi cukup lama tapi bensinnya oktan rendah, berdasarkan pengalaman dari orang mudik, banyak yang bolong sehernnya. “Kecuali jika treknya pendek-pendek, jangan panteng gas. Masih aman,” beber Eka.

Celah Klep

Tidak hanya harus main dial kem. Celah klep juga harus dibuat optimum. Di Suzuki Satria F-150 tidak bisa disetel dengan cara manual. Celah klep diatur oleh tebalnya sim. Bukan SIM singkatan dari Surat Izin Mengemudi, sim atau pengganjal ini seperti pil.

Sim dipasang di retainer atau ring pemegang per dengan klepnya. Supaya klep lebih sempit harus menggunakan sim yang tebal. Ketebalan sim ini ada beberapa pilihan. Tergantung setelan klep yang dimau.

Menggunakan filler gauge, kerenggangan klep paling pas memakai komposisi 0,2 mm untuk katup isap dan 0,15 untuk klep buangnya. Untuk mencapai ukuran yang pas seperti ini harus dilakukan beberapa kali pemilihan sim.
sumber : http://anekatipssepedamotor.blogspot.com/2012/02/tips-klup-korek-harian-suzuki-satria-fu.html#more

YAMAHA VIXION: SENSOR TEMPERATUR VIXION BERMASALAH


Novandany Dwiantoro warga Jurang Mangun Timur, Tangerang ngeluh soal munculnya kedipan pada indikator engine check di Yamaha V-Ixion 2007-nya. Padahal motor jarang dipakai dan jarak tempuh masih sedikit. "Kediapannya 2 kali agak lambat dan 1 cepat. Menurut tabel engine check, kedipan ini (21) mengarah pada malfungsi sensor suhu. Apa benar? tanyanya pada OTOMOTIF via email. Lalu yang membingungkan Novan, mesin Vixie kesayangannya masih bisa dihidupkan.
Hanya saja saat dingin, agak sulit dinyalakan. Saat jalan pun tenaga seperti ngempos atau kehilangan power saat akselerasi mendadak. Anehnya, kendala itu kadang terjadi kadang normal. Tetapi setelah motor sudah jalan jauh dan mesin mulai panas, kejadian serupa di atas muncul lagi. Mungkinkah sensor suhu itu bisa dipakai dengan cukup dibersihkan? Bila harus ganti berapa harganya?


Nah mungkin hal serupa pernah dialami oleh Vixioner lain. Simak nih penjelasan pakarnya! Kata Maman Sugiman, intruktur HMTC sesuai jumlah kedipan, dapat diindikasi memang ada masalah pada coolant temperatur sensor (CTS) yang letaknya di blok mesin kanan kalau dilihat dari arah pengemudi (gambar 1). Tetapi hal itu bukan penyebab gejala yang seperti dikeluhkan Novan.
Gbr 1. Letak CTS
Bila CTS tak bekerja, maka hanya akan berpengaruh pada sistem pendinginan. Yakni kipas radiator tidak akan bekerja pada suhu 80 derajat celcius (harusnya kipas hidup pada suhu itu). Sebab sensor ini terkoneksi dengan kipas tadi," jelas Maman sembari bilang kalau kejadian seprti ini sering dialami Vixioner mania. Artinya, meski CTS tak berfungsi, mesin tetap masih bisa dihidupkan.
Hal sama dibilang Dirhana Supervisor Tehnical Service Division PT YMKI. CTS punya 2 fungsi ; mengaktifkan  FID atau auto choke (saat mesin dingin) dan kipas radiator (saat suhu mesin mencapai titik tertentu). Sensor ini tak berhubungan dengan pengaturan debit udara dan bahan bakar, ujarnya.
Sedang sensor pengatur komposisi udara dan bahan bakar adanya di throttel body. Seperti TPS, intake air pressure sensor (IAPS) dan intake air temperatur sensor (IATS). Menurut Dhana, soal kendala tenaga jadi ngempos, susah langsam dan lainnya, diprediksi dari sistem bahan bakar. Bukan tak mungkin karena motor lama tak dipakai, bensin jadi mengendap dan menyumbat saluran fuel injection (FI). Alhasil pengaruhi debit dan kualitas kabut yang diciptakan. Sehingga berdampak pada menurunnya performa mesin, jelasnya.
Agar tahu benar sumber masalah yang datang dari sistem bahan bakar, bisa di cek pakai diagostic tool. Di alat ini akan ketahuan tingkat CO-nya berapa yang menggambarkan hasil pembakaran. Apa sempurna atau tidak. katanya.
Sementara soal indikator engine check yang kadang menyala dan mati menunjukkan diagnosa malfungsi pada CTS, Dhirdana menyarankan agar memeriksa sambungan kabelnya. Bisa jadi ada sambungan kabel (gambar 2.) yang kendur, kotor atau putus di tengah.
Gbr 2. Pengecekan Sambungan Kabel
Sebab CTS (gambar 3) rusak, komponen ini akan mati terus dan gak bisa diperbaiki, harus diganti dengan yang baru. Harga resminya sekitar Rp 131.000. Tetapi belum tentu langsung tersedia. Mesti inden seminggu (di luar jawa bisa lebih). Karena CTS bukan termasuk komponen fast moving.

Yamaha RX-King: MENGHANDEL GIGI BANDEL


Meski laku berat di pasaran, RX-King juga punya kelemahan. Misalnya, ketika lagi enak ngebut, tiba-tiba gigi tarnsmisi suka bandel alias susah dioper. Gejala ini, menurut informasi seorang mekanik di Jakarta Barat, sudah sejak pertama motor itu dipasarkan. Tenang. Bukan berarti penyakit itu mematikan. Ada obat penawar agar peranti itu jadi enteng. Caranya, setel mekanisme pemindah gigi di bak mesin. Dijamin, hati jadi tentram.

KUALITAS OLI
Sekedar informasi, sistem kerja transmisi motor, khususnya jenis 2-tak, sangat dipengaruhi pelumasan. Begitu juga pada RX-King, sangat tergantung kualitas oli yang baik. Meski begitu, tidak mesti pakai pelumas mahal. Terpenting, harus sesuai spesifikasi pabrik (SAE 10/30 SE atau bisa juga yang lebih kental). Pernah di uji coba, ternyata oli mahal tidak menjamin perseneling jadi enteng. Malah yang biasa, lebih enak dipakai.
Kalau pelumas juga tidak bisa mengatasinya, baru deh pakai cara efektif yang diterapkan mekanis spesialis balap ini. Tekniknya memang ribet, tetapi ketimbang kaki pegel, lebih baik mengikuti caranya. Sekarang, ikuti langkah-langkah seperti di bawah ini. Sebelumnya, sediakan alat kerja obeng ketok, kunci ring 17 mm, obeng kembang, kunci T-10, sok 19 mm, dan kunci penahan daya (flywheel holding tool)

Selanjutnya, buka tutup oli yang berada di bawah bak mesin. Gunakan kunci ring 17 mm. Tampung oli transmisi di wadah yang sudah disediakan. Bila tetesan oli sudah habis, lanjutkan membuka tutup rumah oli. Caranya kendurkan 3 pengikut sekrup pengikat pakai obeng kembang. Kalu keras, manfaatkan obeng kembang ketok (gambar 1). Lalu, lepaskan juga tutup bak mesin (crankcase).

Gunakan obeng kembang, ketok lagi untuk meloloskan tujuh sekrup penguncinya. Kalau sudah, tarik bak mesin itu perlahan, agar pakingnya tak koyak. Itu artinya : anda bisa menghemat biaya kan? Sekarang, lanjutkan membuka rumah kopling. Kendurkan dulu 4 baut pengunci pelat pengangkat / penutup rumah kopling dengan obeng kembang. Agar mudah, gunakan kunci sok atau T-10 (gambar 2). Cabut penutupnya dengan tangan, berikut kampasnya.


Lalu, kendurkan baut rumah kopling pakai kunci sok 19 mm. Agar tidak ikut berputar, manfaatkan kunci penahan roda daya (flywheel holding tool) (gambar 3).


Jika tidak punya alat ini, ada cara lain. Masukkan perseneling pada gigi 1, sambil menginjak rem belakang. baru kemudian kendurkan baut. Setelah rumah kopling dibuka, akan terlihat setelan mekanisme pemindah gigi. Untuk menyetelnya, gunakan obeng minus dan kunci ring 14 mm sebagai penahan. Putar sekrup pengatur ke arah kiri atau kanan (gambar 4).


Jangan lupa, untuk mendapatkan setelan yang pas, sambil memainkan tuas pemindah gigi apaki kaki. Bisa juga menggerakkan pakai tangan pada pengungkit tuas perseneling yang ada di bak mesin. kalu sudah oke, berarti sudah hampir selesai. Terakhir, rangaki kembali komponen yang sudah dilepas tadi. Langkahnya, kebalikan waktu membuka. Kalau pakingnya masih bagus, itu bisa dipakai lagi dengan bantuan lem.
sumber : http://anekatipssepedamotor.blogspot.com/2011/11/yamaha-rx-king-menghandel-gigi-bandel.html#more

PROBLEM KLASIK HYPERUNDERBONE SUZUKI SATRIA F150


Suzuki Satria F150 bukan cuma sporty dan kencang, tapi juga tangguh di segala medan. Mesti terkenal tangguh  , kadang muncul masalah klasik yang kerap dialami bebek hyperunderbone ini. Seperti muncul gejala mbrebet saat akselerasi, mesin susah hidup kalau habis  terkena air atau muncul suara berisik di mesin bagian atas. 
Jangan khawatir, semua ada solusinya. Semisal mbrebet di rpm rendah pas lagi macet dan mesin telat merespon bukaan gas. Biasanya gejala disebabkan oleh pengapian dan setingan karburator. "Kalau dari pengapian mungkin elektroda busi sudah lemah. Sedang dari karburator, bisa jadi ada kebocoran pada intake atau karet vakum. Kalau di karet vakum, bensin jadi telat masuk dan susah langsam selain timbul gejala mbrebet."


Beda lagi kalau mesin susah hidup pas kehujanan atau pasca dicuci. Biasanya korslet antara kabel busi dengan massa di mesin atau rangka akibat terhubung air. Apalagi posisi mesin vertikal dan dekat roda depan, hingga memudahkan air masuk ke tutup busi.
"Biar gak korslet, cek lubang aliran pembuangan air di bawah sambungan knalpot agar tidak ada kotoran menyumbatnya." 
Terakhir, jika suara berisik yang terdengar dari head dan blok sebelah kiri. Untuk urusan yang satu ini, enggak salah kalau disebabkan oleh rantai camrat yang sudah mulur atau kendur. Apalagi rantai mini itu mesti memutar dua camshaft serta menahan saluran tenaga dari kruk-as.
"Masalah ini umumnya dari rantai camrat yang kendur. Tapi kalau bukan dari rantai, coba cek kondisi tensionernya. Apakah masih bisa menegangkan rantai pada kondisi normal. Sebab kalau sudah tidak bisa normal, dan rantai tidak segera diganti yang baru, posisi rantai akan tetap terus kendur."
sumber : http://anekatipssepedamotor.blogspot.com/2011/12/problem-klasik-hyperunderbone-suzuki.html#more